KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA
Berita
GERAKAN LITERASI SEJUTA PEMIRSA

GERAKAN LITERASI SEJUTA PEMIRSA

09 Juli 2020



GERAKAN LITERASI SEJUTA PEMIRSA
( LITERASI DARING )
“Penyiaran Jurnalistik di Era Digital”

 

Media literasi adalah aktivitas yang menekankan aktivitas edukasi di kalangan masyarakat agar mereka dapat mengetahui bagaimana mengakses, memilih program yang bermanfaat dan sesuai kebutuhan yang ada. Permasalahan yang ada adalah seiring dengan derasnya arus informasi media, masyarakatpun dibuat kebingungan dan tidak mampu memilah, menyeleksi serta memanfaatkan informasi yang sudah mereka peroleh.


Gerakan literasi media, merupakan salah satu konsep untuk membangun pengetahuan pemirsa terhadap program siaran yang ditayangkan oleh lembaga penyiaran. Disadari atau tidak, literasi media sudah seharusnya menjadi hal yang sangat dipentingkan oleh masyarakat Indonesia saat ini. Di tengah derasnya arus informasi dan tayangan-tayangan program siaran yang semakin beragam, masyarakat dituntut untuk dapat memfilter atau menyaring tayangan yang layak ditonton dan yang tidak layak ditonton. Terdapat tayangan yang dapat berdampak negatif, namun tidak sedikit pula program siaran yang mengandung muatan positif.


Gerakan literasi media mempunyai tujuan untuk mengajak pemirsa kritis dalam menanggapi pesan media, mengawasi program siaran serta TV dan Radio, membantu mengenali berbagai tujuan media. Selanjutnya, masyarakat mempunyai keterampilan untuk memilah dan memilih program siaran. Apabila menemukan konten siaran yang negatif, masyarakat dapat menyampaikan pengaduan kepada Komisi Penyiaran Indonesia. Sebaliknya ketika mendapati program program siaran yang baik dan berkualitas dapat membuat referensi bagi pemirsa lainnya.


Program siaran jurnalistik adalah salah satu kategori program yang diproduksi oleh lembaga penyiaran. Dalam proses produksinya harus senantiasa berada pada koridor Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3SPS), yang diantaranya mengatur tentang akurasi dan keberimbangan informasi, tidak membuat berita bohong, serta tidak mencampurkan fakta dan opini pribadi. Selain itu program siaran jurnalistik juga dilarang menonjolkan unsur kekerasan, menghasut, menyesatkan dan mempertentangkan suku, agama, ras dan antar
golongan.


Dalam perkembangan teknologi digital saat ini, siapapun dapat memproduksi maupun mereproduksi informasi. Akan tetapi tanpa melalui mekanisme kerja jurnalistik, seringkali informasi yang tersebar tidak akurat. Bahkan ada pula informasi yang direkayasa untuk menyesatkan, bahkan juga marak berkembang berita bohong atau hoax. Di tengah dinamika tersebut, program siaran jurnalistik melalui lembaga penyiaran menjadi semakin relevan untuk menjadi medium penjernih informasi, dengan senantiasa menyiarkan benar, akurat, dan berimbang sehingga dapat menjadi instrumen kontrol sosial.


Kondisi pandemi Covid-19 yang mengharuskan dijalankannya protokol kegiatan dengan prinsip mencegah kegiatan pengumpulan massa (social distancing) dan menjaga jarak fisik (physical distancing), tidak menjadi hambatan bagi Komisi Penyiaran Indonesia untuk tetap melaksanakan kegiatan Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa. Dengan mengubah konsep kegiatan dari tatap muka langsung menjadi kegiatan melalui media daring dalam bentuk Webinar, upaya mencerdaskan masyarakat dalam bermedia terus dilakukan. Karena pemirsa yang cerdas akan mendorong semakin banyaknya program siaran yang berkualitas, dan sebaliknya program siaran yang berkualitas akan membentuk masyarakat yang cerdas.


Selamat Datang di Website Resmi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah - Provinsi DKI Jakarta Visi "Terwujudnya sistem penyiaran nasional yang berkeadilan dan bermartabat untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat."