KOMISI PENYIARAN INDONESIA DAERAH PROVINSI DKI JAKARTA
Jajaran Komisioner
  • Ketua KPID DKI Jakarta
    Drs. Kawiyan, M.I.Kom

    Drs. Kawiyan, M.Kom lahir di Tegal, Jawa Tengah pada 8 Februari 1965. Menyelesaikan pendidikan SD, SMP dan SMEA di kota kelahirannya. Lulus SMEA pada 1985, Kawiyan melanjutkan ke Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syarif Hidayatullah, Jakarta -  Kini berganti nama menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Tahun 1990, putra keenam pasangan Tjakjan (almarhum) dan Wariyah (almarhumah) ini dapat menyelesaikan kuliahnya.

    Saat masih kuliah, Kawiyan sudah mulai menggeluti dunia jurnalistik dengan menjadi free lance di sejumlah media cetak. Ilmu jurnalistiknya, antara lain banyak ia dapatkan dari Damanhuri Zuhri, kakak kelasnya di IAIN yang kemudian menjadi jurnalis senior Harian Umum Republika. Berkat dorongan Damanhuri pula, Kawiyan dapat menjadi reporter majalah Media Dakwah (yang didirikan M. Natsir) dan Majalah Panji Masyarakat (yang didirikan Buya Hamka).

    Sempat pula bekerja sebagai staf di Lembaga Studi Informasi Pembangunan (LSIP) Jakarta. Lembaga yang didirikan oleh Ridwan Saidi, Slamet Effendi Yusuf dan Tarto Sudiro ini bergerak di bidang information service, dan penerbitan buku.

    Pada 1996, suami dari Muzdalifah, S.Ag ini bergabung dengan Liputan 6 SCTV. Berbagai posisi pernah ditempatinya seperti reporter, asisten kordinator liputan, kordinator liputan, asisten produser, dan produser. Selama di Liputan 6 SCTV, Kawiyan lebih banyak berkecimpung pada isu-isu sosial, keagamaan dan politik. Selama bekerja di Liputan 6 SCTV,

    Pada 2007, Kawiyan memutuskan untuk berhenti dari SCTV untuk berkonsentrasi pada lembaga pendidikan yang dikelolanya sembari kuliah di Pascasarjana FIKOM Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Pada 2010, Kawiyan dapat menyelesaikan kuliahnya di Unpad Bandung dengan konsentrasi  keilmuan Manajemen Komunikasi.

    Setelah menyelesaikan kuliah S-2 di FIKOM Unpad Bandung, Kawiyan bergabung di JAKTV dengan jabatan terakhir sebagai produser eksekutif. Selama hampir delapan tahun (2010-2017) bekerja di JAKTV, Kawiyan sempat memegang sejumlah program talkshow seperti: Bicara Tanpa Jarak (B-JAK), Ping-Pong, Pro-Kontra, Saling-Silang, Tokoh Kita, Opini Publik, Editorial Sepekan, dan Debat Kandidat,

    Kawiyan mengaku tugasnya sebagai jurnalis  banyak didukung oleh keaktifannya di sejumlah organisasi, baik di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) saat masih kuliah, di Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), maupun di Komisi Informasi dan Komunikasi MUI Pusat.    

     

     

  • Wakil Ketua KPID DKI Jakarta
    Rizky Wahyuni, S.P., M.Si.

    Rizky Wahyuni, Lahir di Pontianak, 2 Juni 1983. Anak kedua dari empat bersaudara pasangan M. Idris Daeng Manrafi dengan Navida. Menempuh pendidikan di SDN 63 Sanggau, SMP Negeri 1 Pontianak dan SMA Negeri 1 Pontianak. Menamatkan pendidikan Strata 1 di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (UNTAN) Pontianak.

    Perempuan bergelar Magister Sains lulusan Pascasarjana Kajian Strategik Intelijen Universitas Indonesia. Saat ini, menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Provinsi DKI Jakarta periode 2018-2021. Sebelum memutuskan menjadi regulator penyiaran, ia bekerja sebagai Tenaga Ahli Anggota DPD RI, berkantor di Senayan.

    Sejak Mahasiswa, Kiky sapaan karib Rizky, aktif diberbagai Organisasi Intra dan Ekstra Kampus. Diantaranya pernah menjadi Ketua Advokasi BEM Untan tahun 2004-2005, Ketua Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) Untan tahun 2005-2006, Ketua HMI Cabang Pontianak 2006-2007, Ketua Umum Ikatan Kekeluargaan Pelajar Mahasiswa Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI SS) 2008-2009, dan Direktur Utama Badan Koordinasi Nasional Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Bakornas LAPMI) PB HMI  tahun 2010-2012.

    Terpilih sebagai Dirut Bakornas LAPMI tahun 2009 mengharuskan pindah ke Jakarta. Pada saat yang sama Rizky masih berstatus sebagai wartawati pada harian Borneo Tribune di  Pontianak. Sehingga ia ditempatkan dan melanjutkaan pekerjaannya sebagai wartawan Borneo Tribune di Jakarta. Sebelum akhirnya ia memutuskan menjadi  staf di DPR RI pada tahun 2011.

    Selain organisasi kemahasiswa Rizky aktif dibeberapa organisasi sosial maupun organisasi profesi. Diantaranya; Ikatan Keluarga Kalimantan Barat (IKKB) di Jakarta, Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Solidaritas Pewarta Anti Kekerasan (SPIAK) dan Gerakan Nasional Anti Pornografi.

    Dia juga pernah aktif di  LSM  Perempuan dan Anak, yang mengadvokasi Perempuan dan Anak Pengungsi Pasca Kerusuhan Sambas di Kalimantan Barat. Semasa mahasiswa ia juga sering terlibat memimpin aksi demonstrasi, terutama mengkritisi kebijakan-kebijakan yang tidak berpihak kepada masyarakat serta aksi sosial lainnya.

    Ibu dua orang anak ini menggemari tulis menulis dan berorganisasi. Memulai karir Jurnalistik sejak di bangku kuliah. Dimulai menjadi Wartawan Kampus, Penulis opini dan ghostwriter dibeberapa media lokal di Kalbar. Diawal karirnya ia pernah menjadi freelancer maupun kontributor media online diantaranya Harian Online Kabar Indonesia, KabarPemilu dan Antaranews. Kepiawaiannya memimpin organisasi menjadikan dia dipercaya untuk menjadi pemimpin dibeberapa media, diantaranya  menjadi Wakil Pemimpin Redaksi Tabloid Al-Muwahid, Pemimpin Redaksi Tabloid Konstituen dan Pemimpin Umum Majalah Independensia.

    Selain itu, Rizky kerap terlibat dalam penyusunan dan penulisan buku. Beberap buku yang pernah ditulisnya antara lain; Buku Atas Nama Rakyat (2007), Buku Opini Dari Tribune1 (2008), Buku Opini Dari Tribune 2 (2009), Buku 40 Tahun Fansurullah Asa Menggapai Asa (2009), Buku HMI 1963-1966 (2013), Buku HMI Masih Ada; Refleksi Para Kader (2014), Buku Kiprah Dan Peran Alumni HMI-Wati (2016).

    Wajah penyiaran di Indonesia terutama Televisi dan Radio menurut Rizky, sedikit banyak dipengaruhi peran KPI/KPID termasuk seluruh stakeholder penyiaran dan masyarakat. Untuk itu dia berharap adanya sinergisitas yang baik antara regulator dan seluruh elemen.  Terutama dalam rangka mewujudkan iklim penyiaran yang sehat, mencerdaskan, bermartabat serta meneguhkan persatuan Bangsa.

  • Koordinator Bidang Infrastruktur dan Perizinan
    Tri Andri Supriadi, S.Ip.

    Masa depan yang cerah itu berdasar dari masa lalu yang berhasil dilupakan dan tak kenal maka tak sayang menggambarkan perjalanan hidup dari sesosok pria kelahiran Jakarta, 14 Mei 1987 ini.  Tri Andri  Supriadi yang kerap dipanggil dengan ‘Andri’  putra pasangan dari Bapak Anton dan Ibu Endang adalah aktivis muda yang merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Jakarta Selatan, dimulai organisasinya dari Karang Taruna Kelurahan Kelapa Dua Wetan Kecamatan Ciracas sebagai Kepala Divisi Humas. Pada masa kuliahnyapun Andri sebagai salah satu Menteri di Badan Executive Mahasiswa (BEM-IISIP) dan tatkala hebatnya Andri masih aktif  di kegiatan – kegiatan sosial Masyarakat di Maskot Institute dan dinahkodai oleh aktivis kawakan Jakarta.

    Berbagai kesibukan yang Andri lalui  sekarang Andri juga salah satu yang aktif di masyarakat peduli BPJS, MP BPJS dan Laskar Krukut Luhur (LASKARU) yang kerap sekali mempunyai semangat dan semboyan ‘SALAM LESTARI’ dalam perhatiannya terhadap peduli lingkungan.

    Tak akan pernah bisa melangkah dengan baik di dalam kehidupan saat sampai kamu berhasil melupakan kegagalan tersebut dan kembali bangkit. Komisioner KPID DKI Jakarta Koordinator Bidang Infrastruktur dan Perizinan ini mempunyai cita – cita dan keinginan yaitu menginginkan penyiaran sehat yang mengedepankan aspek anti Bullying, Ponografi juga menjaga Persatuan Bangsa dan Andri ini mempunyai Hobi yang tidak kalah menarik dengan yang lain yaitu touring dan pernah melakukan riding dengan motor keliling Pulau Jawa sampai dengan Bali yang tergabung dalam komunitas DEPOK SMASH CLUB dan Andri sekarang tergabung dalam komunitas Honda City Club Indonesia atau lebih dikenal dengan CITYZEN. Banggalah terhadap dirimu sendiri, walaupun memang tak ada yang menyukai. Kadang, mereka itu membenci karena mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.

     

  • Bidang Infrastruktur dan Perizinan
    Thomas Bambang Pamungkas, M.I.Kom.

    Dunia Penyiaran bagi Pria kelahiran Cimahi, 22 Februari 1976 ini, bukan hal baru. Sebelum ditetapkan sebagai anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Dki Jakarta (KPID Jakarta) Periode 2018-2021, Thomas Bambang Pamungkas yang akrab dipanggil Bambang ini telah berkecimpung lama di KPID Jakarta sebagai Asisten ahli Komisoner dan Tenaga Ahli Analisis Siaran.

    Lulus Ilmu Komunikasi UGM, Undip, dan menyelesaikan studi Magister Komunikasinya di Universitas Mercu Buana Jakarta Tahun 2015, pengalamannya di bidang penyiaran dirintis sejak penuh studi sarjana di Semarang tahun 1999 sebagai reporter, dilanjutkan di Solo, dan Batam. Ayah dari 3 (tiga) orang anak, yaitu Bintang, Bulan, dan Mentari ini, juga sebagai dosen tidak tetap untuk ilmu Komunikasi di beberapa perguruan tinggi swasta Jakarta, seperti di Universitas Mercu Buana, Universitas Sahid, Universitas Paramadina, dan Universitas Bunda Mulia.

    Awal kariernya di Jakarta, diawali dari Tahun 2012 dan lansung bergabung di KPID Jakarta sebagai asisten Komisioner. Pria yang pernah berkarier sebagai reporter radio, dan pernah mendirikan dan mengoperasionalkan Radio Sing FM di Batam dari tahun 2003 hingga akhir tahun 2011. Selain aktif di bidang penyiaran, Bambang juga aktif berbagai aktivitas kegiatan terhadap perlindungan anak, seperti kampanye perlindungan  terhadap anak dan aktifitas lainnya sehingga melakukan berbagai riset penelitian tentang isu-isu anak. Seluruh kegiatan tersebut diawali dari Kota Semarang tahun 1999 hingga sekarang bersama Yayasan Setara Semarang dan Yayasan Samin Yogyakarta sebagai tenaga ahli peneliti.

    Saat ini, Thomas Bambang Pamungkas terpilih dan ditetapkan sebagai Komisioner KPID Jakarta periode 2018-2021. Sebagai anggota KPID Jakarta mempunyai komitmen kuat untuk mendorong tercipta penyiaran yang ramah dan sehat, sehingga hak masyarakat untuk mendapati materi siaran yang berkualitas, bermartabat, dan mencerdaskan dapat terpenuhi dan terwujud.

  • Koordinator Bidang Isi Siaran
    Puji Hartoyo

    Puji Hartoyo atau yang akrab disapa Oji adalah pria kelahiran Tegal 31 tahun silam. Oji sejak kecil sudah merantau guna menuntut ilmu. Tepatnya pasca lulus SD di Tegal dia melanjutkan di sekolah Madrasah Tsanawiyah (MTs) Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta hingga jenjang tingkat Madrasah Aliyah. Oji terbilang cukup aktif diorganisasi dari sejak di Pesantren hingga kini. Tercatat semasa di Pesantren dia pernah menjadi ketua OSIS MTs, lalu aktif di Forum Santri Tegal Brebes (Foster) dan IPNU. Penglaaman itu membuatnya saat kuliah di UII Yogyakarta ikut dan terklbat atif di organisasi kemahasiswaan HMI, bahkan hingga lulus dari kampus Oji tercatat pernah menjadi Sekretaris Jendral Persatuan Pelajar Islam Asia Tenggara periode 2015-2017.

    Kepeduliannya pada isu-isu sosial sudah Oji geluti sejak dari dulu. Pada tahun 2008 Oji termasuk aktif mengkampanyekan draft RUU no.44 tahun 2008 anti-pornografi melalui koalisi masyarakat Yogyakarta bebas pornografi. Tidak berhenti disitu, sambil menjalankan masternya di UMB Jakarta dia juga tercatat sebagai aktivis di Yayasan Rumah Peneleh Tjokroaminoto sebagai bendahara.

    Karirnya didunia penyiaran dimulai saat dia pernah menjadi konsultan di Indonesian Media Monitoring Center (IMMC) sebelum masuk ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat dari tahun 2012 hingga 2017 sebagai Tenaga Ahli Pemantauan.

  • Bidang Isi Siaran
    Arif Faturahman, M.Si.

    Lahir di Pulau Tidung Kepulauan Seribu,

    Mengawali Sekolah di MI dan MTS Al Islah Islamiyah Pulau Tidung (setingkat SD SMP ) di melanjutkan Madrasah Aliyah  di Pesantren  Alhamidiyah Depok yg didirikan Oleh Alm. KH.Ahmad Syaichu, S1 di Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Fakultas Hukum Syariah konsentrasi Peradilan Agama, kemudian S2 di Universitas Indonesia (UI) Sekolah Stratejic Ketahanan Nasional Konsentrasi Kepemimpinan, sebelum di KPID, bekerja di KPI Pusat sebagai Analis isi Siaran, dlm dunia organisasi pernah aktif di Ikatan Pelajar NU (IPNU) DKI Jakarta, dan sekarang bagian dr pengurus ANSOR, dunia sosial, aktif di Forum Taman Anak Sejahtera DKI Jakarta,   melalui KPID DKI Jakarta berharap penyiaran Indonesia Khususunya DKI menjadi lebih sehat, manfaat dan mencerdaskan bangsa sesuai amanat UU penyiaran.

    Lahir di Pulau Tidung Kepulauan Seribu, 

    Mengawali Sekolah di MI dan MTS Al Islah Islamiyah Pulau Tidung (setingkat SD SMP ) di melanjutkan Madrasah Aliyah  di Pesantren  Alhamidiyah Depok yg didirikan Oleh Alm. KH.Ahmad Syaichu, S1 di UIN jakarta Fakultas Hukum Syariah konsentrasi Peradilan Agama, kemudian S2 di UI Sekolah Statejic Ketahanan Nasional Konsentrasi Kepemimpinan, sebelum di KPID, bekerja di KPI Pusat sebagai Analis isi Siaran, dlm dunia organisasi pernah aktif di Ikatan Pelajar NU (IPNU) DKI Jakarta, dan sekarang bagian dr pengurus ANSOR, dunia sosial, aktif di Forum Taman Anak Sejahtera DKI Jakarta,   melalui KPID DKI Jakarta berharap penyiaran Indonesia Khususunya DKI menjadi lebih sehat, manfaat dan mencerdaskan bangsa sesuai amanat UU penyiaran.

  • Koordinator Bidang Kelembagaan
    Muhammad Said, MA., M.Si.

    Lahir dan besar di Jakarta, anak betawi yang akrab dipanggil Said ini dikenal sebagai sosok yang bersahaja dan aktif dalam kegiatan keagamaan terutama di Nahdlatul Ulama.

    Aktifis muda NU ini pernah menjadi ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU)  DKI Jakarta. Saat mahasiswa aktif di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan sekarang dipercaya menjadi pengurus GP Ansor DKI Jakarta. 

    Selain itu dia juga merupakan Dosen di Universitas Islam Attahiriyah untuk konsentrasi mata kuliah Ushul Fiqh dan Perbandingan Madzhab.Menamatkan S2 di Universitas Indonesia dan aktif menulis berbagai jurnal ilmiah tentang pemikiran Islam dan hukum Islam.

    Ia aktif mengkampanyekan gerakan Penyiaran Indonesia yang bebas dari Pornografi dan Bullying terutama dikalangan anak dan remaja. Pria yang menikah dengan Maryam Qurrotu Aini ini punya komitmen yang kuat untuk menciptakan penyiaran anti Pornografi dan anti Bullying serta ramah bagi anak dan remaja.

Selamat Datang di Website Resmi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah - Provinsi DKI Jakarta Visi "Terwujudnya sistem penyiaran nasional yang berkeadilan dan bermartabat untuk dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kesejahteraan masyarakat."